BBM naik? ini penyebab dan penjelasan lengkapnya!

BBM naik? ini penyebab dan penjelasan lengkapnya!

BBM

Himpunan Mahasiswa Islam alias HMI masih menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Rencananya, mereka akan menggelar aksi demo serentak di berbagai kecamatan besok Senin (28/8/2022).

“Keputusan arahan ini diambil melalui rapat harian Pengurus Besar Persatuan Mahasiswa Islam (PB HMI)

pada Jumat 27 Agustus 2022 tentang Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM),” demikian bunyi surat imbauan HMI, Minggu. 28). /8/2022).

HMI memperkirakan kenaikan harga BBM bersubsidi akan mengorbankan kesejahteraan ekonomi masyarakat,

khususnya masyarakat menengah ke bawah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kelompok ini dinilai masih rentan dan belum sepenuhnya pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Rencana untuk menaikkan harga bahan bakar tidak dapat dilakukan tanpa harga minyak mentah dunia di atas $100 per barel.

Hal ini berdampak pada inflasi beban subsidi bahan bakar minyak (BBM)

yang harus ditanggung negara dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan

Belanja Negara (APBN) yang akan mencapai Rp502 triliun pada tahun 2022.

Bahkan bisa mencapai Rp 698 triliun jika kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan

Pertalite dan Solar masing-masing 23,05 juta liter dan 15,1 juta liter akhirnya dipatahkan.

Pemerintah Indonesia masih mensubsidi tiga bahan bakar minyak, Pertalite dan Solar Bersubsidi dan Pertamax.

“Kenaikan BBM bersubsidi memiliki multiplier effect,

seperti inflasi yang tinggi, penurunan daya beli masyarakat, dan peningkatan kemiskinan,” tulis HMI.

Selain menyerukan penghapusan kenaikan harga BBM, HMI juga mendesak penghapusan tagihan listrik dasar.

“Masalah lain yang dihadapi Indonesia, di tengah rumitnya masalah subsidi BBM dan kenaikan harga listrik,

adalah mafia di industri minyak dan gas (migas) dan pertambangan.

Kehadiran mafia memperpanjang masalah energi Indonesia,

sehingga menyulitkan Indonesia. untuk mencapai swasembada Energi,” bunyi pernyataan HMI.

Masalah bahan bakar Naik Pemerintah berencana menaikkan harga BBM Pertalite dan solar bersubsidi dalam waktu dekat.

Permasalahan yang ada, kenaikan harga bahan bakar Pertalite di SPBU Pertamina akan tetap di bawah Rp 10.000 per liter,

dari Rp 1.000 menjadi Rp 2.500 per liter dari harga saat ini Rp 7.650 per liter.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengungkapkan, harga keekonomian

Bahan Bakar Minyak bersubsidi jenis Pertalite dan Solar CN48 masing-masing mencapai Rp 17.200 dan Rp 17.600 per liter.

Sementara itu, Arifin menambahkan, harga keekonomian Pertamax Ron 92 seharusnya berada di posisi Rp 19.900 per liter.

“Harga keekonomian Pertalite Rp 17.200 per liter, Solar CN48 Rp 17.600 per liter,

Pertamax Ron 92 Rp 19.900 per liter,” kata Arifin, Kementerian ESDM Jakarta, Jumat (26/8/2022).