PPKM akan berlaku kembali, catat tanggal dan jadwalnya!

PPKM akan berlaku kembali, catat tanggal dan jadwalnya!

PPKM

Pemerintah kembali menaikkan status setingkat PPKM di beberapa daerah akibat merebaknya penyebaran COVID-19 varian BA.4 dan BA.5. Pada Selasa (7 Mei 2022), Dirjen Pembangunan Daerah dan Wakil Ketua Pokja Nasional Penanganan Covid-19 III mengatakan, status PPKM di beberapa daerah harus dinaikkan ke level 2 akibat peningkatan Covid-19. -19 kasus.

Beberapa kabupaten yang telah ditingkatkan ke PPKM level 2 antara lain Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Beka Si dan Kabupaten Suolong.

Menyusul pelaksanaan PPKM dalam sebulan terakhir, Menteri Dalam Negeri kembali memperpanjang PPKM di Jawa-Bali melalui Inmendagri No. 33 Tahun 2022 dan PPKM di luar Jawa-Bali melalui Inmendagri No. 34 Tahun 2022.

Masa jabatan kedua menteri dalam negeri itu akan berlangsung mulai 5 Juli hingga 1 Agustus 2022. Safrizal menjelaskan, pelaksanaan PPKM kali ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, khususnya Jawa-Bali, dimana terdapat status Wilayah 2 di tingkat PPKM.

Safrizal mengatakan, dengan menggunakan indikator transmisi masyarakat untuk menilai pelaksanaan PPKM oleh pemerintah daerah, 114 kabupaten di Jawa dan Bali saat ini berada di PPKM level 1, turun dari 128 kabupaten yang sebelumnya dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri.

“Pada saat yang sama, jumlah kecamatan yang berstatus level 2 bertambah menjadi 14, padahal sebelumnya tidak ada satupun kecamatan yang berstatus level 2,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan PPKM selain Jawa-Bali kondisinya masih sama, yakni 385 daerah berstatus PPKM level 1 dan hanya 1 daerah yang berstatus PPKM level 2.

* Untuk mengecek keaslian informasi yang beredar, silahkan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670, masukkan saja kata kunci yang diinginkan.

Safrizal mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan peningkatan kasus, karena Omicron varian BA.4 dan BA.5 mengalami puncak kasus lebih cepat dari varian sebelumnya.

“Riset Kemenkes menunjukkan puncak kasus COVID-19 varian BA.4 dan BA.5 lebih rendah sekitar 30-50% dibandingkan puncak kasus varian Omicron, dengan gejala ringan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. panik,” katanya.

Meski begitu, masyarakat diminta untuk tidak menurunkan kewaspadaannya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, terutama penggunaan masker di ruangan tertutup. Safrizal kembali menegaskan, pemerintah dengan peran serta seluruh lapisan masyarakat tetap optimis dapat mengendalikan laju Covid-19 dengan tidak mengabaikan elemen penting upaya pemulihan ekonomi negara.

Oleh karena itu, salah satu aturan baru pelaksanaan PPKM di luar Jawa-Bali dalam Permendagri Nomor 34 Tahun 2020 menambahkan bahwa Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Provinsi Riau berfungsi sebagai pintu masuk bagi penumpang asing. Hal ini dirancang untuk mendorong arus orang, barang dan jasa sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi bisa cuan.

Pemerintah daerah bersama masyarakat dan TNI/Polri juga harus terus mempercepat laju dosis ketiga yang masih di bawah 30% secara nasional dengan capaian tertinggi DKI Jakarta dan Bali memperkuat cakupan vaksin lebih dari 50%.

 

Tanggapan warga

“Upaya mengejar dan memperluas liputan dosis ketiga ini tentunya membutuhkan kerjasama yang erat di lapangan, baik di lingkungan Forkopimda, termasuk memperkuat kolaborasi pentahelix dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah, masyarakat dan TNI/Polri untuk terus mempercepat vaksinasi dosis ketiga. Menurutnya, angka vaksinasi dosis ketiga nasional masih di bawah 30%.

Safrizal mengatakan: “Upaya untuk mengejar dan memperluas cakupan dosis ketiga tentu membutuhkan kolaborasi intensif di bidang ini, baik di lingkungan Forkopimda, termasuk memperkuat kolaborasi pentahelix dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan media.”

Dalam perpanjangan Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pembatasan Gerakan Masyarakat (PPKM), status tingkat PPKM di beberapa daerah dinaikkan lagi untuk mengatasi COVID-19 varian BA.4 dan BA.5.

“Baru-baru ini kami melihat peningkatan kasus COVID-19 karena penyebaran varian BA.4 dan BA.5. Beberapa daerah terpaksa dinaikkan ke level 2,” kata Dirjen Bina Adwil di Jakarta, Selasa (7 Mei). ). Kata Safrizal III, Wakil Ketua Gugus Tugas Nasional Penanganan COVID-19.

Beberapa daerah yang telah ditingkatkan ke level 2 adalah Provinsi DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Nam Tangerang, Kota Bogor, Kota Bekasi, Kota Depok, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Sorong.

Menyusul pelaksanaan PPKM dalam sebulan terakhir, Mendagri kembali memperpanjang PPKM di Jawa Bali melalui Inmendagri No 33 Tahun 2022 dan PPKM Luar Jawa Bali melalui Inmendagri No 34 Tahun 2022. Kedua Inmendagri tersebut akan berlangsung mulai 5 Juli hingga 1 Agustus 2022.

Safrizal menjelaskan, pelaksanaan PPKM kali ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak, khususnya Jawa dan Bali yang kembali berstatus PPKM Level 2.

 

Kesimpulan

Menurutnya, dengan menggunakan indikator transmisi masyarakat untuk menilai pelaksanaan PPKM oleh pemerintah daerah, saat ini ada 114 kabupaten di Bali, Jawa yang berstatus PPKM level 1, turun 128 kabupaten dari pelaksanaan Inmendagri sebelumnya.

Pada saat yang sama, jumlah area Level 2 telah ditingkatkan dari area Level 2 sebelumnya menjadi 14 area.

Dalam pelaksanaan PPKM selain Jawa-Bali kondisinya masih sama, yakni 385 daerah berstatus PPKM level 1 dan hanya 1 daerah yang berstatus PPKM level 2.

Ia mengimbau masyarakat tidak perlu panik atas peningkatan kasus tersebut, karena varian Omicron BA.4 dan BA.5 mengalami puncak kasus lebih cepat dari varian sebelumnya.

“Riset Kemenkes menunjukkan puncak kasus COVID-19 varian BA.4 dan BA.5 lebih rendah sekitar 30-50% dibandingkan puncak kasus varian omicron, dengan gejala ringan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. panik,” katanya.

Namun, lanjutnya, tentunya tidak ada penurunan kewaspadaan dalam penegakan protokol kebersihan yang ketat, terutama penggunaan masker di ruangan tertutup.

Safrizal kembali menegaskan, dengan peran serta seluruh lapisan masyarakat, pemerintah tetap optimis dapat mengendalikan laju COVID-19 dengan tidak mengabaikan elemen penting upaya pemulihan ekonomi negara.

Oleh karena itu, salah satu peraturan baru dalam Permendagri Nomor 34 Tahun 2020 tentang pelaksanaan PPKM di luar Jawa-Bali telah menambahkan Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Provinsi Riau sebagai pintu masuk bagi wisatawan asing.

Hal ini bertujuan untuk mendorong arus orang, barang dan jasa sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah daerah bersama masyarakat dan TNI/Polri juga harus terus mempercepat laju dosis ketiga yang masih di bawah 30% secara nasional dengan capaian tertinggi DKI Jakarta dan Bali memperkuat cakupan vaksin lebih dari 50%.

“Upaya untuk mengejar dan memperluas liputan dosis ketiga ini tentunya membutuhkan kerjasama yang erat di lapangan di lingkungan Forkopimda, termasuk memperkuat kolaborasi pentahelix dengan melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan media,” ujarnya.