Puasa Asyura boleh dilakukan sebelum Tasua?

Puasa Asyura boleh dilakukan sebelum Tasua?

Puasa Asyura

Selama bulan Muharram, ada berbagai amalan yang bisa mendatangkan pahala. Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa Asyura dan tandusa atau puasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Meski terlihat seperti satu kesatuan, kedua puasa tersebut sebenarnya berbeda. Hadiahnya pasti akan berbeda. Jadi puasa asura tanpa puasa tasua atau keduanya harus dilakukan bersamaan?

Puasa 10 Muharram atau yang dikenal dengan puasa Asyura sangat dianjurkan dalam Islam. Puasa juga memiliki bidang praktik yang luar biasa. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah akan mengampuni dosanya setahun yang lalu.

Keutamaan puasa asura atau puasa 10 Muharram juga dijelaskan dalam Fathul Mu’in oleh Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz Al-Malibari, seperti dikutip dari berbagai sumber.
Pilihan Editor

Jadwal Puasa Sunnah Muharram, Pilih Ridho dan Pahala Allah
Kapan Tasua dan Ashura Puasa 2022?
Keutamaan Puasa Tasua dan Asyura di Muharram

) (عاشوراء) اشر المحرم لأنه السنة الماضية ا لم (وتاسوعاء) اسعه لخبر لم لئن لى ابل الم

Artinya,

“[Disarankan] untuk ber puasa Asyura, yaitu tanggal 10 Muharram, karena dapat menutupi dosa setahun yang lalu, sebagaimana hadits yang dibacakan oleh para Imam Muslim. Sampai tahun depan, saya pasti akan berpuasa Tasua.”

Namun Rasulullah SAW wafat setahun setelah itu sebelum Muharram. Kebijaksanaan puasa Tasua adalah bahwa hal itu bertentangan dengan kebiasaan Yahudi. Maka dari sini muncullah nasehat bagi yang tidak berpuasa Tasua untuk berpuasa pada tanggal 11 Muharram.

Namun meskipun mereka berpuasa tasua menurut hadits Nabi Muhammad SAW, tetap dianjurkan untuk berpuasa 11 Muharram. puasa asyura

Jadi bisakah kamu menyegel Asura tanpa menyegel Tasu?

Memang dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 11 Muharram, yang kemudian dikenal dengan puasa Tasua. Hal ini dilakukan agar puasa 10 Muharram atau Asyura berbeda dengan yang dilakukan oleh orang Yahudi.

Namun, puasa asura saja tanpa puasa hari sebelumnya dan keesokan harinya tetap tidak menjadi masalah, seperti yang dijelaskan oleh Syafi’i.

الأم لا (أي لا العاشر

Artinya,

“(Dalam Kitab Umm, tidak masalah jika hanya mengamalkan puasa Asyura) Artinya, agama tidak akan mempersoalkan orang yang hanya berpuasa 10 kali (tanpa puasa sehari sebelum dan sesudahnya).”

Namun, ini tidak berarti bahwa Muslim mempraktikkan asura dengan cara yang sama seperti orang Yahudi. Muslim yang mempraktekkan puasa sendiri baik-baik saja, dan puasa sebelum dan sesudah atau puasa tasura adalah sempurna.